SEKELUMIT KASUS BAYI-BAYI DI PANTI ASUHAN ABHIMATA


 
pic1b

pic2

pic4a

pic5

Ada yang ditemukan di pinggir jalan tergeletak bersama ibunya dalam kondisi sangat lemah, karena lapar dan letih. Si ibu yang ditinggalkan suami, berjualan sabun, odol, dsb. dari rumah ke rumah sambil menggendong bayinya. Setelah beberapa lama dirawat, si anak sehat kembali dan ibunya bekerja sebagai pelayan toko.

Ada bayi dari desa di Bogor, ditolong dukun, namun karena kondisinya sangat miskin, bayi hanya diberi minum teh, waktu ditemukan, seluruh tubuh bernanah, bau amis dan sangat kurus, setelah dirawat dengan baik di panti, ia tumbuh dengan sehat, lucu dan cakep.

Ada sepasang sejoli saling mencinta, namun karena perbedaan agama dan suku bangsa, kedua orang tua tidak merestui padahal hubungan sudah terlanjur jauh, hingga lahir seorang bayi mungil, orang tua tetap menentang, bahkan mengancam mau membunuhnya, terpaksa hubungan mereka putus, dan bayinya diserahkan untuk dirawat di panti.

Ada seorang ibu hamil tua, sambil bercucuran air mata, berniat untuk menyerahkan bayi dalam kandungannya yang akan lahir beberapa hari lagi. Ibu ini seorang buruh cuci di perumahan dan sang suami seorang buruh bangunan yang sudah lama tidak mendapat pekerjaan lagi. Tiga hari kemudian si bayi lahir dan kami menjemputnya di rumah bidan. Kepada si ibu, kami minta untuk mencium bayinya, namun ibu ini tidak mau dan berkata, anak ini sudah bukan anak saya tapi sudah anak yayasan, lalu ibu ini pulang sambil meneteskan air mata. Kami terharu merasakan bagaimana perasaan si ibu harus berpisah dengan anak pertamanya karena tekanan ekonomi.

Kami mengajak Anda untuk ikut terlibat dan peduli terhadap nasib bayi-bayi yang butuh kasih sayang ini.

Tentang Abhimata | Sekelumit Kasus | Tangisan Ibu | Susunan Pengurus | Sumbangan | E-mail